• Headlines News :

    Kisah Petani Kentang Yang Beruntung


    Petani Kentang Yang Beruntung - Cerita kali ini diawali di sebuah desa yang sangat kering, hiduplah seorang petani kentang yang sangat sabar dalam menjalani hidupnya. Di desa yang sangat kering itu, jarang sekali hujan yang turun disana hingga bisa dihitung berapa kali hujan yang turun dalam setahunnya. Petani tersebut tinggal disebuah bukit hutan jati yang meranggas daun-daunnya. Desa tersebut hanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga karena banyak penduduk yang sudah berpindah ke desa lain akibat kekeringan yang melanda desa itu.

    Pada suatu hari, petani tersebut hendak menuju ke kebun kentang yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya. Dalam perjalanan dia menemukan sebuah pohon jati yang nampak rindang. dia berhenti sebentar di pohon jati tersebut sambil memperhatikan dengan seksama. Ternyata dibawah pohon jati ada sebuah kendi yang berisi air.

    Karena merasa sangat haus, sang petani tadi sangat ingin meminum air yang ada di dalam kendi tersebut. Namun karena sadar kalau air itu mungkin ada yang punya, akhirnya si petani tadi mengurungkan niatnya, kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali.

    Setelah beberapa kilometer berjalan, petani tadi menemukan sebongkah emas yang sangat mengkilat dari kejauhan, tergopoh-gopoh si petani berlari ingin melihat benda apa yang sangat mengkilat tadi, ternyata setelah di dekati, petani tadi sangat terkejut melihat ada sebongkah emas yang sangat besar. Petani itu sangat tergiur dengan emas tadi, tapi terlintas kembali di benaknya bahwa barang tersebut bukan miliknya, "mungkin saja ada orang yang kehilangan emas ini", ditaruhnya kembali emas tadi, kemudian petani tadi kembali berjalan.

    Hingga sebelum sampai di kebun kentang miliknya, petani tadi melihat sebuah ranting yang menghalangi jalan yang dilaluinya, dengan susah payah ia memindahkan ranting yang cukup besar tadi ke pinggir jalan.

    Sesampainya di kebun kentang, si petani beristirahat di sebuah pohon yang cukup rindang daunnya. Tanpa disadari ternyata pohon tersebut adalah pohon yang belum ia lihat sebelumnya. Ia pun terkejut dan bertanya di dalam hati. "Bagaimana mungkin di daerah yang tandus begini ada sebuah pohon yang sangat rindang?", ia pun mengelilingi pohon tersebut sambil terheran melihat pohon tersebut.

    Tiba-tiba terdengar suara, "Wahai petani, kau sangat jujur dan baik hati. Aku sangat menghargai sikapmu yang sabar dan tidak mengambil yang bukan milikmu. Kini engkau boleh menikmati semua yang ada di kebun kentang mu ini". Terkejut sekali petani mendengar suara tersebut, ia bertanya-tanya apakah ia dalam mimpi.

    Kemudian ia bergerak ke kebun kentangnya dan mulai mencabuti kentang yang sudah bisa dipanen olehnya. Alangkah terkejut si petani mendapati kentangnya sangat bagus sekali, karena selama ini panen kentangnya sangat mengecewakan, banyak kentang yang kering dan bongkolnya kecil serta banyak yang busuk. Si petani pulang dengan senang dan gembira mendapatkan hasil panen yang bagus hari ini


    Hikmah dongeng anak kali ini adalah jangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, jika kita tetap bersabar dan terus berusaha, pasti suatu saat kita akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan kebajikan yang kita kerjakan. 

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak Kancil dan Keong


    Kancil dan keong sudah lama bersahabat.  Pada suatu hari mereka pergi menangkap ikan disebuah danau.Berjumpalah mereka dengan seekor kijang.  Kijangingin ikut.  Lalu mereka pergi bertiga.

    Sampai disebuah bukit mereka bertemu dengan seekor rusa.  Rusa juga ingin ikut.  Segera rusa bergabung dalam rombongan.  Dalam perjalanan, disebuah lembah berjumpalah mereka dengan seekor babi hutan.  Babi hutan menayakan apakah ia boleh ikut.  "Tentu saja, itu gagasan yang baik, daripada hanya berempat lebih baik berlima," jawab keong.

    Setiba di bukit yang berikutnya, berjumpalah mereka dengan seekor beruang.  Lalu mereka berenam
    melanjutkan perjalanannya.  Kemudian mereka bertemu dengan seekor badak.  "Bagaimana kalau aku ikut," tanya badak.  "Mengapa tidak?", jawab semua.  Bahkan lalu bergabung pula seekor banteng.

    Kali berikutnya rombongan kancil bertemu dengan seekor kerbau yang akhirnya ikut serta.  Begitu pula ketika mereka bertemu dengan seekor gajah.  Demikianlah, mereka bersepuluh berjalan berbaris beriringan mengikuti kancil dan akhirnya mereka sampai ke danaumyang dituju.  Bukan main banyaknya ikan yang berhasil ditangkap.  Ikan kemudian disalai dengan mengasapinya dengan nyala api sampai kering.

    Keesokan harinya, beruang bertugas menjaga ikan-ikan ketika yang lainnya sedang pergi menangkap ikan. Tiba-tiba seekor harimau datang mendekat.  Tak lama kemudian beruang dan harimau terlibat dalam perkelahian seru.  Beruang jatuh pingsan dan ikan-ikan habis disantap harimau.

    Berturut-turut mereka kemudian menugasi gajah, banteng, badak, kerbau, babi hutan, rusa dan kijang, semuanya menyerah.  Sekarang tinggal keong dan kancil yang belum terkena giliran menunggu ikan. Keong dianggap tidak mungkin berdaya menghadapi harimau, maka diputuskanlah kancil yang akan menjaga. Sebelum teman-temannya pergi menangkap ikan, dimintanya mereka mengumpulkan rotansebanyak-banyaknya.  Lalu masing-masing dipotong kira-kira satu hasta.  Tak lama kemudian tampak kancil sedang sibuk membuat gelang kaki, gelang badan, gelang lutut dan gelang leher.  Sebentar-sebentar kancil memandang ke langit seolah-olah ada yang sedang diperhatikannya.  Harimau terheran-heran, lalu perlahan-lahan mendekati si kancil.  Kancil pura-pura tidak mempedulikan harimau.

    Harimau bertanya, "Buat apa gelang rotan bertumpuk-tumpuk itu?".  Jawab kancil, "Siapa yang memakai gelang-gelang ini akan dapat melihat apa yang sedang terjadi di lagit".  Lalu dia menengadah sambil seolah-olah sedang menikmati pemandangan di atas. Terbit keinginan harimau untuk dapat juga melihat apa yang terjadi di langit.

    Bukan main gembiranya kancil mendengar permintaan harimau.  Dimintanya harimau duduk di tanah melipat tangan dan kaki.  Lalu dilingkarinya kedua tangan, kedua kaki dan leher harimau dengan gelang-gelang rotan sebanyak-banyaknya sehingga harimau tidak dapat bergerak lagi.

    Setelah dirasa cukup, rombongan si kancil berniat kembali pulang ke rumah, akan tetapi mereka bertengkar mengenai bagian masing-masing.  Mereka berpendapat, siapa yang berbadan besar akan mendapatkan bagian yang besar pula.  Kancil sebenarnya tidak setuju dengan usulan tersebut.  Lalu dia mencari akal.

    Tiba-tiba melompatlah kancil dan memberi tanda ada marabahaya.  Semuanya ketakutan dan terbirit-birit melarikan diri.  Ada yang jatuh tunggang langgang, ada yang terperosok ke lubang dan ada pula yang tersangkut akar-akar.  Salaipun mereka tinggalkan semua.  Hanya kancil dan keong yang tidak lari.  Berdua mereka pulang dan berjalan berdendang sambil membawa bungkusan yang sarat ikan.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Kisah Cinta Kucing Jantan dan Anjing Betina


    “Lagi ngapain nih anjing cantik?” tanya seekor kucing jantan yang mencoba untuk merayu anjing betina yang sedang duduk sendiri di sudut pasar.
    “Aku lagi kelaparan nih, dari kemaren belum makan” jawab anjing betina itu dengan suara sedikit tertahan karena menahan lapar.

    ‘Kasian banget kamu… ya sudah, tunggu disini bentar ya… aku mau mengambilkan sesuatu untukmu” kucing jantan itu pun langsung berlari ke sebuah tempat yang tak jauh dari pasar tersebut dan mengambil tulang ikan yang ada di sana.

    “Ini buat kamu (memberikan tulang ikan tersebut). Tadi pas aku jalan-jalan nggak sengaja aku melihat tulang ikan itu. Tapi karena aku bukan pemakan tulang, jadi tulang itu buat kamu aja” (tersenyum)
    “Wah, kamu baik banget… makasih banyak yaa” (tersenyum)

    Kucing itu pun merasa ingin terbang saking senengnya mendapat pujian dari anjing cantik tersebut. Dia bingung dengan apa yang dia rasakan saat itu. ‘Apakah aku menyukainya?!’ dia pun bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
    “Ya sudah, aku pulang duluan yaa… makasih banget loh sudah ngasih aku makanan (terseyum)” anjing itu pun berpamitan kepada kucing.

    Setelah pertemuan itu, kucing jantan itu pun selalu memikirkan anjing betina yang telah membuat jantungnya berdetak sangat kencang tersebut.
    Dia pun tidak bisa menahan perasaannya dan berniat untuk langsung mengungkapkan perasaannya kepada anjing betina tersebut.
    Esok harinya, kucing itu pun datang menghampiri anjing betina yang dia temui di sudut pasar kemaren.

    “Anjing cantik… Aku boleh jujur nggak sama kamu?” tanya kucing.
    “Boleh kok, mau jujur apa emangnya?” tanyanya heran.
    “Emmm… begini, sebenernya aku ini suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanya kucing jantan itu dengan perasaan deg-degan.

    “Apa katamu?! Kamu suka sama aku?!” anjing betina itu pun merasa sangat kaget mendengar pernyataan dari kucing jantan tersebut.
    “Iya… aku suka sama kamu dan aku ingin hidup bersamamu, kamu mau kan jadi pendamping hidupku?” tanya kucing lagi.
    “Aku minta maaf yaa kucing, kayaknya aku nggak bisa nerima cintamu, kita ini diciptakan berbeda. Seharusnya kamu mencintai seekor kucing, bukan mencintai seekor anjing seperti aku ini” jawab anjing.

    “Tapi aku suka sama kamu. Aku mau kamu jadi pendamping hidupku! Aku mau kamu yang menjadi alasan aku bahagia di dunia ini… apakah aku salah?!” kucing jantan itu pun mencoba untuk memperjuangkan cintanya.

    “Bukannya gitu! Aku juga sebenarnya suka sama kamu, tapi kita juga harus menyadari bahwa kita ini berbeda. Kita nggak mungkin bersatu!”
    “Tapi aku nggak mau kehilangan kamu! Aku sayang banget sama kamu!” isak kucing.
    “Maafkan aku kucing… kayaknya aku bener-bener nggak bisa nerima cinta kamu. Kita itu memang ditakdirkan bukan untuk bersama. Aku berharap kamu bisa ngertiin aku, kucing” anjing itu pun mengeluarkan air mata.

    “Baiklah… jika itu yang kamu mau. Aku akan mencoba buat ngilangin perasaanku ini, aku nggak akan maksa kamu lagi buat jadi pendamping hidupku” kucing itu pun mencoba untuk tetap tegar menerima takdirnya.

    “Makasih yaa kucing, kamu sudah ngertiin aku. Dan sekarang relakanlah aku pergi. Aku ingin mencari pasangan hidupku yang sebenernya, yang sejenis denganku. Dan kamu juga silahkan cari pasangan yang sejenis denganmu. Semoga kamu bahagia dengan pasanganmu nanti” kata anjing betina itu sambil menahan rasa sedihnya.

    “Baiklah, kalau itu yang terbaik… semoga kamu juga bahagia dengan pasanganmu nanti, selamat tinggal… anjing” kucing itu pun berlari sambil meneteskan air mata. Tak terkecuali anjing, dia pun menangis melihat kepergian kucing yang sebenarnya ia cintai. Mereka pun akhirnya berpisah dan menjalani hidup mereka masing-masing.
    Beberapa bulan kemudian, akhirnya kucing pun menemukan pasangan yang sejenis dengannya dan mereka saling mencintai.

    Tak terkecuali anjing, dia pun menemukan pasangan yang sejenis dengannya dan hidup bahagia. Bahkan, mereka sudah mempunyai lima ekor anak.
    Namun, dibalik kebahagiaan mereka, kucing dan anjing tersebut sebenarnya masih saling mencintai. Tetapi mereka juga menyadari bahwa mereka sudah memiliki pasangan satu sama lain. Jadi jalan yang terbaik adalah mencoba untuk saling melupakan dan menjalani kehidupan mereka masing-masing…
    ---SELESAI---


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Makanan Bergizi


    Makanan bergizi sebagai sumber energi, bahan pembangun, pelindung tubuh, dan pengatur tubuh. Oleh karena itu, untuk memenuhi beberapa fungsi tersebut, kita harus makan makanan yang bergizi. Makanan yang bergizi yaitu makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Adapun zat gizi yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

    a. Karbohidrat


    Fungsi karbohidrat bagi tubuh sebagai berikut.
    1. Sebagai sumber tenaga.
    2. Sebagai makanan cadangan.
    3. Untuk mempertahankan suhu tubuh.
    Bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain: gandum, beras, jagung, sagu, dan ketela pohon.

    b. Lemak


    Lemak juga sebagai sumber tenaga. Lemak ini berfungsi sebagai makanan cadangan. Bahan makanan yang mengandung lemak antara lain: kelapa, kacang tanah, kuning telur, keju, dan daging.

    c. Protein




    Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan yang berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Bahan makanan yang mengandung protein antara lain susu, daging, putih telur, dan kacang-kacangan terutama kedelai.

    d. Mineral



    Mineral merupakan zat pengatur tubuh. Mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Walaupun tubuh hanya membutuhkan sedikit, kita harus tetap memenuhinya. Jika tubuh kekurangan mineral, maka kesehatan akan terganggu. Macam-macam mineral antara lain:

    1. Yodium berfungsi untuk perkembangan kecerdasan. Terdapat pada makanan yang merupakan hasil laut dan garam beryodium. Kekurangan yodium menyebabkan penyakit gondok.
    2. Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi serta mengatur keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Terdapat pada : daging, ikan dan telur
    3. Kalsium (Ca) berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi. Terdapat pada : susu, telur dan buah-buahan
    4. Zat besi berfungsi untuk pembentukan hemoglobin dalam darah. terdapat pada : susu, hati, kuning telur dan sayuran berwarna hijau
    5. Fluorin berfungsi untuk memperkuat gigi. Terdapat pada kuning telur, otak dan susu.
    6. kalium berfungsi untuk mempengaruhi kerja otot jantung. Terdapat pada kacang-kacangan, hati, ikan dan kerang.
    7. Natrium berfungsi mengatur kelancaran kerja otot terutama otot jantung dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Terdapat pada : ikan, pisang, kentang dan sayuran hijau

    e. Vitamin


    Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh. Vitamin dapat mencegah timbulnya penyakit. Sebaliknya, kekurangan vitamin (avitaminosis) dapat mengganggu kesehatan. Macam-macam vitamin antara lain:

    1. Vitamin A berfungsi untuk mencegah penyakit mata, seperti rabun senja. Vitamin A terdapat pada : hati, minyak ikan, daging, susu, sayuran dan buah berwarna orange.

    2. Vitamin B berfungsi untuk mencegah penyakit beri-beri. Vitamin B terdapat pada : kacang hijau, daging, kulit beras dan sayuran.

    3. Vitamin C berfungsi untuk mencegah penyakit sariawan. Vitamin C terdapat pada buah-buahan : jeruk, tomat, pepaya dan sayuran hijau.

    4. Vitamin D berfungsi untuk mencegah penyakit rakhitis (tulang). Vitamin D terdapat pada : susu, minyak ikan, kuning telur.

    5. Vitamin E berfungsi untuk mencegah kanker paru-paru dan perawatan kulit . Vitamin E terdapat pada biji-bijian, sayuran, telur, mentega dan susu.

    6. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah. Vitamin K terdapat pada : bayam, tomat, dan wortel.

    f. Air

    Air berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan makanan, dan mengatur suhu tubuh. Air dapat diperoleh dari air yang kita minum. Selain itu, air juga diperoleh dari bahan makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Pada kondisi normal kita membutuhkan minimal 2 1/2 liter air setiap hari. Tubuh akan terasa lemas jika kita kekurangan air.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Motivasi: Pembuat Gentong dan Penjual Daging


    Di suatu perkampungan hiduplah dua orang yang berbeda pekerjaannya, yang pertama sebagai pembuat gentong, dan yang Iain sebagai penjual daging. Mereka adalah tetangga dekat. Rumah mereka dipisah oleh jalan desa yang tidak terlalu lebar, hanya cukup untuk simpangan dua mobil yang berlawanan. Kedua orang itu memiliki sifat yang berbeda. Si pembuat gentong, walaupun hidupnya berkecukupan, namun suka menolong, ramah, dan rendah hati. Sedangkan si penjual daging adalah orang yang kaya, namun kikir lagi sombong. la suka memamerkan hartanya. Maka tidaklah mengherankan jika seluruh warga desa itu sangat menyukai pembuat gentong. Sebaliknya, mereka tidak menyukai penjual daging.

    Setiap hari banyak warga yang datang ke rumah pembuat gentong dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang datang dengan tujuan untuk minta tolong dan ada juga hanya sekedar silaturahmi biasa. Setiap tamu yang datang ke rumahnya selalu disambut dengan hangat, diberinya hidangan ala kadarnya. la tidak membeda-bedakan siapa pun yang datang ke rumahnya, termasuk para peminta-minta. la tidak pernah mengusir para peminta yang datang ke rumahnya. Ia tidak melihat kaya miskin, rakyat atau pejabat, semua dianggap sama sebagai tamu yang wajib dihormati.

    Keadaan ini membuat penjual daging heran, mengapa seluruh warga sangat menghormati pembuat gentong. Mengapa mereka tidak hormat kepadaku yang lebih kaya. Dari situlah muncul niat jahatnya untuk menganiaya pembuat gentong. Penjual daging yang sebelumnya baik kepada pembuat gentong menjadi benci kepadanya. Maka untuk melaksanakan niatnya, penjual daging menyuruh tiga orang laki-laki pembunuh bayaran untuk menculik pembuat gentong.

    Pada suatu malam ketika pembuat gentong sedang tidur nyenyak, tiba-tiba -datanglah tiga-orang yang berpakaian hitam dan memakai penutup kepala. Ketiga orang tersebut berusaha masuk rumah pembuat gentong. Begitu mendengar langkah kaki manusia, pembuat gentong terbangun. Kemudian ia Iangsung keluar rumah dan bertemu dengan ketiga orang Iaki-laki tersebut.

    “Siapakah kamu dan apakah tujuanmu datang ke rumahku?” tanya pembuat gentong. Salah satu dari mereka menjawab, “Kami bertiga ingin menculikmu.” Pembuat gentong bertanya Iagi, “Siapa yang menyuruhmu?” Mereka tidak menjawab dan Iangsung menangkap pembuat gentong. Dengan sigap pembuat gentong melakukan perlawanan. Perkelahian antara pembuat gentong dengan ketiga orang Iaki-laki itu pun tak terhindarkan. Ternyata pembuat gentong itu adalah seorang pesilat. Ia dengan mudah dapat mengalahkan penjahat itu satu per satu.

    Mereka bertiga bertekuk Iutut di hadapan pembuat gentong. Mereka mengakui kalau disuruh oleh penjual daging yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Ternyata, ketiga penjahat tadi adalah adik seperguruan pembuat gentong. Dulu, pembuat gentong pada waktu mudanya pernah belajar silat pada sebuah perguruan silat, Pagar Diri namanya. Bahkan ia pernah dipercaya oleh gurunya untuk melatih murid-murid baru. Kemudian setelah dirasa cukup, ia kembali ke kampungnya untuk mengabdikan ilmunya di masyarakat. la bekerja sebagai pembuat gentong adalah melanjutkan usaha yang telah lama dirintis oleh kedua orang tuanya.

    Pembuat gentong sangat menyesal, mengapa adik seperguruannya terlibat dalam tindak kejahatan, bukannya membela kebenaran dan keadilan sebagaimana dijanjikan dulu saat lulus dari perguruan silat tersebut. Ketiga penjahat tadi diajak masuk ke rumah, lalu diberinya makan dan minum serta diberi nasihat agar kembali ke jalan yang benar. Akhirnya ketiga orang laki-laki itu sadar kembali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan jahatnya lagi.

    Keesokan harinya, penjual daging terkejut ketika melihat pembuat gentong sedang bekerja di sebuah gudang kecil miliknya yang berada di samping rumahnya. Dalam hati ia berkata, "Bukankah tadi malam ia sudah diculik? Mengapa dia masih ada di rumah dan sedang bekerja, jangan-jangan ketiga penjahat itu telah mengkhianatiku. Atau mereka kalah berkelahi dengan pembuat gentong.” Para penjahat itu tidak memberitahu penjual daging kalau usahanya gagal, padahal mereka telah dibayar mahal untuk menculik pembuatggentong tersebut.

    Tiba-tiba kepala penjual daging itu terasa pusing, badannya lemas dan akhirnya terjatuh tak sadarkan diri. la terbangun ketika sudah ada di rumah sakit. Menurut dokter -penyakit jantungnya kambuh. Ia harus dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Dokter menasihati untuk banyak istirahat dan tidak boleh banyak pikiran. Begitu mendengar tetangganya sakit, pembuat gentong langsung menjenguknya, bahkan ia adalah orang yang pertama kali menjenguknya. Setelah sampai di depan pintu kamar penjual daging dirawat, pembuat gentong mengetuk pintu tiga kali. Setelah dipersilahkan -masuk, pembuat gentong dan istrinya pun masuk kamar pérawatan. Di dalam ruang tersebut, penjual daging ditemani suami dan kedua anaknya. Begitu melihat pembuat gentong menjenguk dirinya, ia dan keluarganya terkejut bukan main, sebab orang yang selama ini dibuatnya sakit dan menderita begitu baik. Bahkan ia pun tidak bisa menyembunyikan penyesalannya Penjual daging itu Iangsung menangis dan meminta maaf.

    Penjual daging akhirnya sadar kalau perbuatannya selamaini tidak benar. Sejak saat itu, penjual daging menjadi orang yang baik, suka menolong, rendah hati. Sebagian hartanya ia sumbangkan untuk kepentingan umum seperti pembangunan gedung sekolah, pembangunan jalan, dan panti asuhan. Semua warga masyarakat pun senang dan hormat kepada penjual daging dan keluarganya.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Motivasi: Si Jujur yang Beruntung


    Di sebuah desa kecil tinggal keluarga kecil lagi miskin. Keluarga tersebut terdiri seorang ibu, dan seorang anak kali-laki yang bernama Joko. Orang tua Joko sangat menyayanginya, karena selain anak satu-satunya, Joko juga anak yang baik, sederhana, juga penurut orang tua.

    Sejak kecil Joko dididik orang tuanya menjadi anak yang santun, baik hati dan selalu berkata jujur, disiplin ketika melakukan sesuatu, dan selalu mau menolong terhadap orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Walaupun masih kecil, Joko suka membantu kedua orang tuanya dengan melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah, mencuci piring, memberi makan ayam-ayamnya.

    Ayahnya dulu bekerja sebagai buruh tani dan sekarang ibunya berjualan makanan keliling. Setiap pagi Joko berangkat sekolah sambil membawa makananan yang dibuat ibunya untuk di jual di kantin sekolah, ketika pulang Joko mengambil uang hasil penjualan makanan di kantin sekalian mengambil sisa makanan yang terjual. Seberapa uang yang diperoleh, Joko tidak pernah sepeserpun berniat mengambil. Semua uang yang ia bawa, ia serahkan kepada ibunya. Sebenarnya bisa saja kalu Joko mau berbohong dengan mengambil sebagian uang hasil penjualan dan mengatakan kalau makanan yang terjual tidak banyak, namun Joko tahu bahwa, meskipun tidak ada orang yang tahu dan tidak ada orang yang melihat perbuatannya, namun Joko yakin bahwa Tuhan maha melihat apa yang ia ucapkan, lakukan, dan sembunyikan.

    Joko hidup dalam keluarga yang taat beragama. Olehkarena itu, walaupun hidupnya sederhana, ia selalu hidup bahagia, sebab orang tuanya selalu mengajarinya untuk selalu hidup bersyukur, dan menerima apa yang diberikan Tuhan padanya. Ia tak pernah iri melihat teman-temannya yang memiliki mainan yang bagus-bagus, baju yang mahal-mahal, uang saku yang banyak. Malah ia semakin bersemangat belajar untuk meraih  cita-citanya menjadi seorang dokter. Di sekolah Joko adalah anak yang pandai, selalu menjadi juara kelas, dan menjadi siswa teladan di sekolahnya, walau begitu ia tak pernah menyombongkan diri, ia anak yang jujur tidak pernah mencontek dann berbuat curang saat ulangan.

    Suatu hari Joko ketika berangkat sekolah, ia menemukan uang Rp. 10.000,00 di depan pintu gerbang sekolah. Kemudian ia mengambil uang itu, dan melaporkannya kepada bapak guru untuk diumumkan di pengumuman sekolah. Walaupun saat itu Joko tidak membawa uang saku, karena uang saku yagng diberikan oleh ibunya, ia tabung di celengan yang ia simpan di kamarnya, Joko tidak berniat mengambil uang itu untuk dirinya sendiri. Walaupun hidup miskin ia tidak mau mengambil apa yang bukan menjadi miliknya, apalagi mencuri. Joko bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Mengapa ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter?

    Alkisah menceritakan. Ketika Joko berusia sepuluh tahun, ayahnya jatuh sakit. Di mana kata dokter ayahnya harus dioperasi.  Ayahnya terkena penyakit syaraf. Karena tidak ada biaya untuk berobat akhirnya ayahnya lumpuh. Joko membantu ibunya merawat ayahnya. Menuntun ke kamar mandi, menyuapi makan, dan menemani tidur. Penyakit ayahnya semakin parah. Karena tidak tahan menanggung derita, akhirnya sang ayah pun meninggal dunia.

    Dari peristiwa itu Joko yang saat itu duduk di kelas lima berkeinginan untuk menjadi seorang dokter. la tidak memedulikan keadaan keluarganya yang ‘kurang mampu. Joko tetap semangat belajar dan membantu ibunya untuk mencari uang demi kelangsungan hidup mereka. la selalu mengiringi belajarnya dengan banyak berdoa kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Dalam hati ia berkata, seandainya cita-citaku tercapai maka, saya akan menolong orang lain yang membutuhkan. Saya akan mengadakan pengobatan gratis bagi rakyat miskin.

    Setelah sepeninggal sang suami, ibunya Bu Sumarni  bekerja Iebih giat lagi sebab sekarang ia harus menanggung biaya hidup sendiri. Ia tidak tahu bagaimana biaya sekolah Joko. Sebenarnya, ia ingin si Joko tetap sekolah. la ingin anaknya kelak keadaannya Iebih baik dari dirinya. Namun, siapa yang akan membiayai sekolah Joko, ‘’adakah seorang dermawan yang  mau menjadi orang tua asuh Joko?” demikian ia berharap dalam hati. Satu-satunya harapan adalah meminta bantuan adiknya Haryo. la adalah satu-satunya paman Joko. la bekerja di sebuah pabrik sepatu. Setiap bulan Haryo mengirim uang untuk biaya sekolah keponakannya Joko, Namun, hal ini hanya berjalan selama satu semester. Setelah itu Haryo tidak dapat membantu biaya sekolah Joko karena terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Pabrik tempat kerja Haryo mengalami bangkrut. Semua karyawannya dikeluarkan tanpa diberi uang pesangon.

    Keadaan yang demikian tentu membuat sedih ibu Sumarni. Melihat ibunya sedih, Joko berusaha menghibur dan membesarkan hatinya. “Sudahlah, Bu. Kata pak guru, jika kita mempunyai kemauan pasti ada jalan,” demikian kata Joko sambil memeluk ibunya. “Betul kamu, Nak! Kita serahkan semuanya kepada yang Mahakuasa. Biar beban hidup kita terasa ringan.” Demikian jawab ibunya sambil memangku anak satu-satunya.

    Suatu hari ketika pulang dari sekolah, si Joko menemukan si Manis. Si Manis adalah julukan seekor

    kucing kesayangan Pak Thomas yang baru pindah seminggu yang lalu. Pak Thomas adalah tetangga Joko yang baik hati. Ia adalah seorang yang kaya raya. Pak Thomas dan keluarganya pindah ke desa sebelah dalam rangka untuk mengembangkan usahanya. Joko berkata dalam hati, “Tentu Pak Thomas sangat sedih telah kehilangan binatang kesayangannya. Saya harus mengembalikan kucing ini walaupun rumahnya jauh.”

    Desa Pak Thomas dari desa Joko berjarak kira-kira 5 km. Akhirnya, Joko dengan berjalan kaki pergi ke rumah Pak Thomas untuk menyerahkan kucing binatang kesayangannya. Sesampainya di rumah Pak Thomas, Joko disambut dengan senang hati. Keluarga Pak Thomas senang sekali karena si Manis ternyata masihhidup. Pak Thomas tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada Joko, akan tetapi karena sangking senangnya, Joko diberi uang dan hadiah, namun ia menolak pemberian itu. Joko berkata, “Sudah menjadi kewajiban saya untuk mengembalikan sesuatu yang bukan milikku.” Mendengar jawaban si  Joko, Pak Thomas tersenyum.

    “Kamu memang anak yang jujur. Kalau begitu bapak akan memberikan bea siswa kepadamu hingga perguruan tinggi, demikian kata Pak Thomas sambil memegang pundak si Joko. Dengan wajah yang berseri-seri Joko mengucapkan terima kasih kepada Bapak Thomas yang siap menjadi orang tua asuhnya.Tentu ibu sangat senang jika mendengar berita yang membahagiakan ini. Setelah itu si Joko pun pamit untuk pulang.

    Di kampung si Joko, ibunya dibantu dengan warga masyarakat sedang bingung mencari Joko. Sebab si Joko belum pulang ‘hingga malam hari. Di saat sedang kebingungan mencari si Joko, tiba-tiba dari kejauhan muncul seorang anak yang ternyata adalah Joko sendiri. Begitu melihat yang datang Joko, mereka senang dan bahagia. Joko disambut bagaikan orang yang pulang dari medan perang. “Joko datang... Joko datang... Joko datang.” Dengan diiringi warga, bapak kepala desaIangsung menggendong Joko dan membawanya pulang.

    Sesampainya di rumah, sang ibu Iangsung memeluk Joko sambil menangis bahagia. Setelah beberapa saat si Joko menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia bercerita panjang Iebar sejak menemukan binatang kesayangan Pak Thomas hingga akhirnya diangkat menjadi anak asuhnya. Joko  mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi. Setelah mendengar cerita si Joko, mereka sangat senang dan bertambah sayang terhadap Joko, apalagi ibunya. Doa yang selama ini ia panjatkan telah didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa.


    Intisari

    Dari cerita di atas dapat kita ambil inti sari ajarannya antara lain sebagai berikut:



    1. Kita harus bersikap jujur baik perkataan maupun perbuatan sebab kejujuran adalah kunci kebahagiaan dalam hidup. Apa yang akan terjadi jika seandainya seorang anak tidak lagi jujur terhadap orang tuanya, murid tidak lagi jujur kepada gurunya, ataupun penjual tidak lagi jujur terhadap pembeli, pemimpin yang tidak jujur kepada rakyat. Tentu kerusakanlah yang akan terjadi

    2. Orang yang jujur akan dipercaya oleh orang lain. Mereka akan memberikan amanat kepada orang orang yang jujur. Sebaliknya, orang yang suka berbohong tidak akan dipercaya oleh orang lain untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

    3. Orang yang jujur hidupnya akan diliputi rasa tenang dan tenteram. Ketenangan dan ketenteraman adalah modal utama untuk melakukan kegiatan sehari-hari.


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Pangeran Kodok


    Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang cantik jelita. Karena kecantikannya juga dia menjadi terkenal seantero jagat raya. Bahkan konon sang rembulan pun menjadi malu untuk bersinar karena merasa kalah dengan kecantikan si putri. Kulit tubuh sang putri yang halus dan bersinar, membuat kagum semua orang yang melihatnya. Sang putri tinggal di istana yang megah, bersama para pelayan-pelayannya.

    Di dekat istana tersebut terletak hutan kayu yang gelap dan rimbun, dan di hutan tersebut, di bawah sebuah pohon tua yang yang mempunyai daun-daun berbentuk hati, ada sebuah sumur dan ketika cuaca panas, putri Raja yang cantik jelita sering ke hutan tersebut untuk duduk di tepi sumur yang dingin, dan jika waktu terasa panjang dan membosankan, dia akan mengeluarkan bola yang terbuat dari emas, melemparkannya ke atas dan menangkapnya kembali, hal ini menjadi hiburan putri raja untuk melewatkan waktu.

    Suatu ketika, bola emas itu dimainkan dan dilempar-lemparkan keatas, bola emas itu tergelincir dari tangan putri Raja dan terjatuh di tanah dekat sumur lalu terguling masuk ke dalam sumur tersebut. Mata putri raja hanya bisa memandangi bola tersebut meluncur kedalam sumur yang dalam, begitu dalamnya hingga dasar sumur tidak kelihatan lagi. Putri raja tersebut mulai menangis, dan terus menangis seolah-olah tidak ada hyang bisa menghiburnya lagi. Di tengah-tengah tangisannya dia mendengarkan satu suara yang berkata kepadanya,

    "Apa yang membuat kamu begitu sedih, sang Putri? air matamu dapat melelehkan hati yang terbuat dari batu."

    Dan ketika putri raja tersebut melihat dari mana sumber suara tersebut berasal, tidak ada seseorangpun yang kelihatan, hanya seekor kodok yang menjulurkan kepala besarnya yang jelek keluar dari air.

    "Oh, kamukah yang berbicara?" kata sang putri; "Saya menangis karena bola emas saya tergelincir dan jatuh kedalam sumur."

    "Jangan kuatir, jangan menangis," jawab sang kodok, "Saya bisa menolong kamu; tetapi apa yang bisa kamu berikan kepada saya apabila saya dapat mengambil bola emas tersebut?"

    "Apapun yang kamu inginkan," katanya; "pakaian, mutiara dan perhiasan manapun yang kamu mau, ataupun mahkota emas yang saya pakai ini."

    "Pakaian, mutiara, perhiasan dan mahkota emas mu bukanlah untuk saya," jawab sang kodok; "Bila saja kamu menyukaiku, dan menganggap saya sebagai teman bermain, dan membiarkan saya duduk di mejamu, dan makan dari piringmu, dan minum dari gelasmu, dan tidur di ranjangmu, - jika kamu berjanji akan melakukan semua ini, saya akan menyelam ke bawah sumur dan mengambilkan bola emas tersebut untuk kamu."

    "Ya tentu," jawab sang putri raja; "Saya berjanji akan melakukan semua yang kamu minta jika kamu mau mengambilkan bola emas ku."

    Tetapi putri raja tersebut berpikir,  "Omong kosong apa yang dikatakan oleh kodok ini! seolah-olah sang kodok ini bisa melakukan apa yang dimintanya selain berkoak-koak dengan kodok lain, bagaimana dia bisa menjadi pendamping seseorang."

    Tetapi kodok tersebut, begitu mendengar sang putri mengucapkan janjinya, menarik kepalanya masuk kembali ke dalam ari dan mulai menyelam turu, setelah beberapa saat dia kembali kepermukaan dengan bola emas pada mulutnya dan melemparkannya ke atas rumput.

    Putri raja menjadi sangat senang melihat mainannya kembali, dan dia mengambilnya dengan cepat dan lari menjauh.

    "Berhenti, berhenti!" teriak sang kodok; "bawalah aku pergi juga, saya tidak dapat lari secepat kamu!"

    Tetapi hal itu tidak berguna karena sang putri itu tidak mau mendengarkannya dan mempercepat larinya pulang ke rumah, dan dengan cepat melupakan kejadian dengan sang kodok, yang masuk kembali ke dalam sumur.

    Hari berikutnya, ketika putri Raja sedang duduk di meja makan dan makan bersama Raja dan menteri-menterinya di piring emasnya, terdengar suara sesuatu yang meloncat-loncat di tangga, dan kemudian terdengar suara ketukan di pintu dan sebuah suara yang

    berkata "Putri raja, biarkanlah saya masuk!"

    Putri Raja yang itu kemudian berjalan ke pintu dan membuka pintu tersebut, ketika dia melihat seekor kodok yang duduk di luar, dia menutup pintu tersebut kembali dengan cepat dan tergesa-gesa duduk kembali di kursinya dengan perasaan gelisah. Raja yang menyadari perubahan expresi putrinya tersebut berkata,

    "Anakku, apa yang kamu takutkan? apakah ada raksasa berdiri di luar pintu dan siap untuk membawa kamu pergi?"

    "Oh.. tidak," jawabnya; "tidak ada raksasa, hanya kodok jelek."

    "Dan apa yang kodok itu minta?" tanya sang Raja.

    "Oh papa," jawabnya, "ketika saya sedang duduk di sumur kemarin dan bermain dengan bola emas, bola tersebut tergelincir jatuh ke dalam sumur, dan ketika saya menangis karena kehilangan bola emas itu, seekor kodok datang dan berjanji untuk mengambilkan bola tersebut dengan syarat bahwa saya akan membiarkannya menemaniku, tetapi saya

    berpikir bahwa dia tidak mungkin meninggalkan air dan mendatangiku; sekarang dia berada di luar pintu, dan ingin datang kepadaku."

    Dan kemudian mereka semua mendengar kembali ketukan kedua di pintu dan berkata,

    "Putri Raja yang, bukalah pintu untuk saya!, Apa yang pernah kamu janjikan kepadaku? Putri Raja, bukalah pintu untukku!"

    "Apa yang pernah kamu janjikan harus kamu penuhi," kata sang Raja; "sekarang biarkanlah dia masuk."

    Ketika dia membuka pintu, kodok tersebut melompat masuk, mengikutinya terus hingga putri tersebut duduk kembali di kursinya. Kemudian dia berhenti dan memohon, "Angkatlah saya supaya saya bisa duduk denganmu."

    Tetapi putri Raja tidak memperdulikan kodok tersebut sampai sang Raja memerintahkannya kembali. Ketika sang kodok sudah duduk di kursi, dia meminta agar dia dinaikkan di atas meja,dan disana dia berkata lagi,

    "Sekarang bisakah kamu menarik piring makanmu lebih dekat, agar kita bisa makan bersama."Sang putri Raja tersebut melakukan apa yang diminta oleh sang kodok, tetapi semua dapat melihat bahwa putri tersebut hanya terpaksa melakukannya.

    "Saya merasa cukup sekarang," kata sang kodok pada akhirnya, "dan saya merasa sangat lelah, kamu harus membawa saya ke kamarmu, saya akan tidur di ranjangmu."

    Kemudian putri Raja tersebut mulai menangis membayangkan kodok yang dingin tersebut tidur di tempat tidurnya yang bersih. Sekarang sang Raja dengan marah berkata kepada putrinya,

    "Kamu adalah putri Raja dan apa yang kamu janjikan harus kamu penuhi." Sekarang putri Raja mengangkat kodok tersebut dengan tangannya, membawanya ke kamarnya di lantai atas dan menaruhnya di sudut kamar, dan ketika sang putri mulai berbaring untuk tidur, kodok tersebut datang dan berkata, "Saya sekarang lelah dan ingin tidur seperti kamu, angkatlah saya keatas ranjangmu, atau saya akan melaporkannya kepada ayahmu."

    Putri raja tersebut menjadi sangat marah, mengangkat kodok tersebut keatas dan melemparkannya ke dinding sambil menangis,

    "Diamlah kamu kodok jelek!"

    Tetapi ketika kodok tersebut jatuh ke lantai, dia berubah dari kodok menjadi seseorang pangeran yang sangat tampan. Saat itu juga pangeran tersebut menceritakan semua kejadian yang dialami, bagaimana seorang penyihir telah membuat kutukan kepada pangeran tersebut, dan tidak ada yang bisa melepaskan kutukan tersebut kecuali sang putri yang telah di takdirkan untuk bersama-sama memerintah di kerajaannya.

     Dengan persetujuan Raja, mereka berdua dinikahkan dan saat itu datanglah sebuah kereta kencana yang ditarik oleh delapan ekor kuda dan diiringi oleh Henry pelayan setia sang Pangeran untuk membawa sang Putri dan sang Pangeran ke kerajaannya sendiri. Ketika kereta tersebut mulai berjalan membawa keduanya, sang Pangeran mendengarkan suara seperti ada yang patah di belakang kereta. Saat itu sang Pangeran langsung berkata kepada Henry pelayan setia, "Henry, roda kereta mungkin patah!", tetapi Henry menjawab, "Roda kereta tidak patah, hanya ikatan rantai yang mengikat hatiku yang patah, akhirnya saya bisa terbebas dari ikatan ini".

    Ternyata Henry pelayan setia telah mengikat hatinya dengan rantai saat sang Pangeran dikutuk menjadi kodok agar dapat ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh sang Pangeran, dan sekarang rantai tersebut telah terputus karena hatinya sangat berbahagia melihat sang Pangeran terbebas dari kutukan.



    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Privacy Policy

    Your privacy is very important to us. Accordingly, we have developed this Policy in order for you to understand how we collect, use, communicate and disclose and make use of personal information. The following outlines our privacy policy.

    • Before or at the time of collecting personal information, we will identify the purposes for which information is being collected.

    • We will collect and use of personal information solely with the objective of fulfilling those purposes specified by us and for other compatible purposes, unless we obtain the consent of the individual concerned or as required by law.

    • We will only retain personal information as long as necessary for the fulfillment of those purposes.

    • We will collect personal information by lawful and fair means and, where appropriate, with the knowledge or consent of the individual concerned.

    • Personal data should be relevant to the purposes for which it is to be used, and, to the extent necessary for those purposes, should be accurate, complete, and up-to-date.

    • We will protect personal information by reasonable security safeguards against loss or theft, as well as unauthorized access, disclosure, copying, use or modification.

    • We will make readily available to customers information about our policies and practices relating to the management of personal information.

    • We use third-party advertising companies to serve ads when you visit our website. Our advertising partners include, but are not limited to, Google. These companies may use information (not including your name, address, email address, or telephone number) about your visits to this and other websites in order to provide advertisements about goods and services of interest to you. If you would like more information about these practices, used by Google, or to opt out of having cookies set on your system, please visit Google’s Ad and Content Network Privacy Policy page.

    We are committed to conducting our business in accordance with these principles in order to ensure that the confidentiality of personal information is protected and maintained

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Tentang Kami

    puisi-moe.blogspot.com menyajikan berbagai macam cerita, untuk remaja, dewasa dan orang tua. dengan ini saya sebagai author memberikan artikel yang bisa anda baca, cerita disini meliputi cerita anak, dongeng, cerita lucu, cerita rakyat dan masih banyak lagi.

    di puisi-moe.blogspot.com juga menyediakan kepada anda untuk ikut berkontribusi dan berbagai mengenai cerita - cerita yang bisa anda karang atau mengenai pribadi anda sendiri. anda dapat mengirim cerita di sidebar sebelah kanan. silahkan kirim ke alamat yang telah di sediakan.

    akhir kata, semoga puisi-moe.blogspot.com ini memberikan manfaat yang baik kepada para pembaca dan pelanggan yang setia.

    bila ada saran dan kritik silahkan kirim ke alamat email kirimceritaku@gmail.com

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    DAFTAR ISI


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Persahabatan Ular dan Buaya

    Pada suatu hari ada seekor ular dan buaya,mereka bersahabat di mana ada ular pasti ada buaya dan begitu pula dengan buaya. Pada suatu hari ada seorang pemburu ingin menangkap sang ular untuk dijadikan tas dari kulit nya itu, buaya itu mengetahui bahwa ular akan di jadikan mangsa oleh sang pemburu, melihat sahabat nya ingin di jadikan mangsa ia tidak tega, buaya berkata kepad ular “wahai sahabat ku berhati-hati lah karena kamu akan di jadikan mangsa oleh pemburu itu!”,
    “apa?”(ia terkejut)………jawab ular.
    “Iya, kmu akan di jadikan tas karena kulit mu yang bagus itu” kata sang buaya kepad sahabat nya itu. Akhirnya buaya berhati hati tapi taqdir berkata tidak. Sang pemburu itu cerdik, ketika ular tertidur pulas ,ular di tangkap dan ingin di jadikan tas dari kulitnya itu. Keesokan hari nya sang buaya menunggu sang ular di sungai tetapi aneh nya ular tidak datang juga.

    “ular kmna sih kmu? apa jangan-jangan kamu masih tidur?” kata sang buaya dalam hati. Dan akhirnya buaya meminta tolong kepada burung pipit untuk melihat sang ular apakah masih tidur atau tidak. Lalu burung pipit langsung pergi untuk melihat sang ular ternyata sang ular tidak ada di lubang nya, burung pipit segera pergi kembali kepada sang buaya ia berkata ” wahai buaya sahabat mu tidak ada di kandang nya”,
    buaya menjawab ” kemana dia hai burung pipit??,apa jangan-jangan?” dia di tangkap oleh pemburu itu??.

    Beberapa menit kemudian ada seekor kera datang kepada buaya,
    kera berkata ” hai buaya sahabatmu tadi di bawa oleh sang pemburu “,
    buaya menjawab” mengapa kamu tdk bilang dari tadi kera skrng terlambatlah sudah aku menyelamatkan sahabat ku”,
    buaya menyesal sekali karena tdk bisa menolong sahabatnya, air mata tak henti bercucuran dari matanya ia sngat bersedih sekali karena tidak bisa menolong sahabatnya. kini ia sndri tanpa ular meskipun banyak temannya hanya ular yg mau mengerti persaan sang buaya. Sampai akhir hayatnya ia terus menyesal.

    Dikirim oleh:

    Wiwi Komalasari (Subang-Jawa Barat)

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    PERMINTAAN SEBUAH DIARY

    Pada suatu hari ada seorang anak yang sedang duduk ditaman Pusat Kota dan membawa DIARY nya. Ia bernama Keyranita Azahra ia biasa di panggil Keyra atau Key. Disaat Keyra sedang duduk di bangku taman pusat kota Keyra mendengar ada yang memanggil namanya dari belakang.

    “Keyyyrraa”kata seseorang yang memanggil Keyra ternyata itu Ayah Keyra
    Keyra pun menengok kebelakang ia pun terkejut.
    “keyra kamu kemana aja Ayah cari kamu kemana – mana, ternyata kamu ada disini.”kata Ayahnya.
    “bukannya Ayah mementingkan perkerjaan Ayah dari pada aku”kata keyra
    “kamu ngomong apa sih Key”kata Ayah Keyra.
    “udah Ayah gak usah sok gak ngerti dech..!!!, Ayah selalu gak ada waktu buat aku”kata keyra langsung lari meninggalkan Ayahnya
    “keyyrraaa”teriak Ayahnya
    Keyra terus berlari menghiraukan Ayahnya. Tak di sangka Keyra berlari jauh dari taman pusat kota. Keyra menemukan Rumah yang tidak layak untuk di tempati yang ada di bawah jembatan tua. ia pun penasaran . keyra pun mengetuk pintu rumah itu.
    “tok..tok..tok” bunyi ketukan pintu
    Tak ada yang membuka pintu . keyra mencoba lagi tapi masih saja tidak ada yang membuka pintu itu. Dan akhirnya keyra langsung membuka pintu itu ternyata pintu itu tidak di kunci. Ia pun terus berjalan kedalam rumah itu. Disebuah kamar yang tak layak huni itu terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang sakit. Ternyata wanita tersebut adalah Bundanya Keyra yang telah Cerai dengan Ayahnya. Keyra pun terkejut melihat Bundanya sakit.
    “Bundaa”teriak Keyra
    “Bunda bangun! Bunda bangun !”Keyra yang mencoba menyadarkan Bundanya
    Bundanya Keyra tetap tidak sadarkan diri. Keyra pun mulai putus asa. Ingin rasanya ia membawa Bundanya ke rumah sakit. Namun, ia tidak bisa membawa Bundanya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti Bundanya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat Bundanya di rumah itu, hingga Bundanya sembuh.

    ^-^
    Sudah dua hari Keyra menginap di rumah itu. Namun Ayahnya tak kunjung menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan Ayahnya hingga Ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, 1 :karena ayahnya tidak tau rumah ini.
    2 ; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.
    Di rumah kecil itu, Keyra lebih merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak berguna.

    Bunda Keyra sudah sembuh. Keyra pun berpamitan dengan Bundanya. Ia takut Ayahnya akan marah besar kalau ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.

    Sesampainya di rumah, keyra langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia mencurahkan isi hatinya dalam buku harian (Buku Diary).

    Malam harinya, Ayah Keyra pun pulang. Ia langsung menuju kamar Keyra untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
    Ketika pintu kamar Keyra dibuka, Keyra pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya (Buku Diary).

    “Keyra.. Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Keyra.

    “Nginep rumah teman, Yah..” Jawab Keyra singkat.
    “Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya Ayahnya dengan nada pelan.

    “Ayah! Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak pernah mengerti apa maksudku!” bentak Keyra. Emosinya memuncak drastis.

    “Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak Ayah dengan nada tinggi.

    Ucapan Ayahnya membuat Keyra merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Keyra merintih kesakitan dan akhirnya pingsan. Melihat sang anak pingsan, sang Ayah langsung membawa Keyra ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.

    Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Papa Keyra, pun menghampirinya.

    “Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
    “Penyakit??” Tanya Ayah Keyra heran.
    “Penyakit Leukimia nya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
    Seketika itu pun Ayah Keyra terkejut.
    Penyakit Leukemia ? Stadium empat? Batinnya.
    “Maaf, Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit Leukemia. Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap Ayah Keyra.
    “Bapak jangan bercanda. Keyra itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani. Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah bingung.
    Ayah Keyra semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut. Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Keyra tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
    “Dok, boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta Ayah Keyra sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya itu dirawat.
    Di dalam kamar itu, ia melihat seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang dideritanya. Dimanakah sosok seorang Ayah yang dia punya? Mengapa ia tak tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang Ayah dengan anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah suara kecil. Ya, suara Keyra.

    “Ayah..” ucapnya lemah.
    “Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
    “Ayah.. Aku mau minta sesuatu dari Ayah.. Aku mau…” Ucapan Keyra semakin lemah. Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat itu, detik itu, Keyra menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mengatakan keinginannya itu. Tangisan langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya, ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu. Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
    ^_^
    Dua hari setelah kepergian Keyra, sang ayah terus saja berdiam diri di rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Keyra dengan masuk ke dalam kamar Keyra. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.

    Deardiary…
    Aku tak tau apa yang sedang ku alami Semuanya berubah begitu saja.
    Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku larut dalam kegelapan
    Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
    Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemia ku. Aku tidak ingin mereka
    mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
    Cukup aku yang merasakan sakit ini.


    Deardiary…
    Ya Allah…
    Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
    Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
    Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
    Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi Orang yang lebih sabar lagi menahan
    cobaan ini.
    Ya Allah..
    Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
    Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
    Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
    Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
    Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
    Ayah… yang Keyra minta selama ini adalah itu.
    Keyra minta Ayah menjemput Bunda di rumah kecil di bawah jembatan tua.
    Dan Keyra ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
    akhir hayat.
    Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.
    Tetesan air mata berjatuhan. Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Keyra pergi menjemput mantan istrinya itu sesuai kehendak Keyra.Di rumah kecil itu, ia melihat mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan mengatakan tentang kepergian Keyra. Mendengar berita itu, sang ibu langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Keyra, kedua orangtuanya pun bersatu kembali


    *TAMAT*

    Dikirim oleh: Aura Febiliani (6B SD Jatisari)

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Akibat Jajan Sembarangan

    Pada suatu hari lula dan ibunya pergi ke pasar untuk membeli sayuran. Tiba-tiba terdengar suara”tung,tung,tung” Ternyata ada penjual es krim, lula ingin sekali es krim itu tetapi ibu nya tidak memboleh kan nya.
    Setelah pulang dari pasar, ibunya memesan kepada lula untuk di sekolahan tidak membeli jajan sembarangan.

    Pada pagi hari yang sangat cerah, terdengar suara “teeeeet,teeet,teeet” bertanda istirahat, pada saat itu lula bersama teman-teman nya pergi ke kantin untuk membeli jajan. Ternyata kantin itu menjual es krim, lula ingin sekali membelinya.

    Akhirnya lula juga membeli es krim itu, dia tak peduli pesan ibunya. lula sangat senang karna bisa makan es krim “wah, es krim ini enak dan segar” kata lula.
    Sesampai di rumah perut lula sakit. ibunya langsung membawa lula ke dokter.
    sampai di rumah ibunya langsung bertanya kepada lula “lula tadi kamu minum es kan?” tanya ibunya “iya” jawab lula

    Ini kan akibat nya kalau kamu tidak mendengarkan pesan ibu, jadinya kamu sakit sepeti ini. Akhirnya lula pun mendengarkan pesan ibunya.

    Dikirim oleh:

    Nur Izzatul Mujidah (5B SD Jatisari)


    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Arti Persahabatan

    Di pagi yang cerah ini, pertama kali gue masuk SMP.Pertama kali gue masuk kelas,gue di suruh memperkenalkan diri,namaku Kiki Margareta Azahra panggil saja aku kiki.Selama tiga bulan masuk SMP gue di nilai sama teman-teman gue tomboy karena gue pandai pada pelajaran silat, dan pelajaran yang lain gue di nilai biasa saja.
    Di taman sekolah gue duduk sendirian sambil berkata “mana mungkin ada teman yang akan menjadi sahabatku?” dengan wajah cemas. Mendengar perkataan itu temannya si Candy langsung berkata “jangan berkata seperti itu, siapa yang tidak mau bersahabat dengan mu, gue mau kok jadi sahabat lho”.
    Dengan wajah gembira Kiki berkata “lho mau jadi sahabat gue?,gue orangnya tomboy loh!” “ya gak papa persahabatan itu tidak di pandang dari tomboy tetapi datang dari diri sendiri” sahut Candy dengan bersemangat.”mulai saat ini kita bersahabat ya!” sahut Kiki lagi.
    “Iya” kata Candy “sahabat sejati ya namanya ” sahut Kiki “okey-okey” jawab Candy. Setelah itu mereka bertukar nomor HP,dan alamat.Dalam pelajaran silat Candy dan Kiki masih pandai Kiki, tetapi bila pelajaran lain Candy lah yang menjadi juara nya. Mereka berdua bersaing.
    pada waktu ulangan nilai Kiki kalah baguz oleh Candy, walaupun kurang baguz, Kiki tetap berusaha. Agar nilai Kiki baguz dia jarang latihan silat, tetapi sering belajar sampai-sampai tidur hingga malam. Karna tidur hingga malam, kiki pun bangun kesiangan, dan sesampai sekolah di hukum, karna terlambat.
    Suatu saat ketika ulangan matematika nilai Candy kalah baguz dengan Kiki. Merekapun bersaing untuk mencapai nilai terbaik. Pada suatu hari, Candy akan ke rumah Kiki, untuk belajar silat. setelah belajar silat, mereka pergi ke suatu tempat yang indah yaitu taman bunga.
    “persahabatan itu bagaikan bunga dan tangkainya yang s’lalu bersatu melawan panasnya matahari dan hujan” kata kiki “tapi kiki bila bunga dan tangkainya s’lalu bersatu melawan panasnya matahari dan hujan yang sangat kuat, apakah bisa?” sahut candy “mungkin saja” kata kiki
    Setelah pulang dari taman, mereke pergi melukis di rumah kiki. kiki melukis sebuah bunga dan tangkainya yang bersatu melawan panasnya matahari, sedangkan candy melukis sebuah persahabatan antara candy dan kiki. candy iseng-iseng saja melakukan hal ini yaitu:
    mengambil cat air dan menumpahkan ke badan kiki, sampai cat air nya pun habis. Setelah itu kiki harus membelinya di seberang jalan raya. Menyebrang dengan hati-hati pun telah dijalani, tetapi ada mobil yang melaju sangat kencang tiba-tiba suara “bruuuuk..” kiki terjatuh. ketika kiki sadar tak taunya sudah di rumah sakit.
    Dia pun langsung bertanya “dimana candy, dimana candy?” tak tersangka candy telah hanyut nyawanya karena menolong kiki ketika akan di tabrak, mendengar masalah itu kiki menangis sambil berkata ” apakah ini yang namanya persahabatan?, dia sayang padaku, I LOVE YOU TOO” Kata terakhir yang di katakan kiki kepada candy. Walaupun kehilangan sahabatnya, dia tidak akan melupakan nya.

    Karya: Liesma romadhona,no:14
    Kelas  : V SDN Jatisari

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Serigala dan Monyet


    Di sebuah hutan belantara, hiduplah seekor serigala yang sedang hamil tua. Pada saat ia berjalan menyusuri hutan mencari mangsa, tiba-tiba terdengar bayi yang sedang menangis di sela-sela semak belukar. Ketika serigala itu menghampiri, ternyata seekor anak monyet yang masih bayi tergolek sendirian tanpa diketahui kemana dan siapa induknya.


    Serigala iba melihatnya. Karena iapun merasa penat dan terasa akan melahirkan, maka ia memutuskan untuk istirahat di situ, sampai akhirnya ia melahirkan 2 ekor bayi. Meskipun demikian, induk serigala tidak ingin meninggalkan anak monyet tersebut sendirian. Maka ia berniat mengurus 3 anak, di antaranya 1 anak monyet, dan lagi anaknya. Dengan penuh kasih, induk serigala tersebut mengasuh dan menyusi ketiganya. Anehnya anak monyet tidak segan-segan menyusu ke induk serigala.

    Semakin lama ketiga anak tersebut semakin besar dan mulai bisa berjalan, tetapi anak monyet itu masih merasa bahwa induk serigala adalah ibunya. Setelah mereka mulai bisa makan, barulah terasa ada perbedaan diantara mereka. Anak monyet gemar memakan buah-buahan. Dengan mudahnya ia mamanjat pepohonan yang ada di hutan itu untuk memetik buahnya. Berbeda dengan anak-anak serigala. Mereka lebih suka memakan daging dan kerap kali induk serigala membawa mangsanya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Setelah anak-anak serigala itu dapat mencari makanannya sendiri, barulah induk serigala melepasnya.


    Ketika mereka semakin dewasa, anak-anak serigala dan monyet pun akhirnya mulai mandiri. Mereka bertiga bermain, mencari mangsa dan tidur bersama. Dalam perjalan mencari mangsa yang jauh, tanpa disadari satu dari anak serigala itu terpisah dari mereka dan hilang entah kemana, sehingga mereka tinggal berdua menyusuri hutan belantara. Tiba-tiba mereka mendengar lolongan serigala yang minta tolong, suaranya syup-sayup terdengar amat jauh. Keduanya baru mengetahui bahwa satu diantaranya tidak ada. Mereka berpikir bagaimana caranya menemukan anak serigala yang hilang itu.


    Karena anak monyet bisa memanjat, di mencarinya sambil bergelantung di atas pohon. Anak serigala yang satu berlari mengikuti monyet dari bawah. Sangat sulit menembus hutan belantara yang lebat itu. Lolongan serigala itu pun tiada henti dan semakin lama terdengar semakin dekat. Anak serigala mulai mengendus-endus dengan penciumannya yang tajam. Akhirnya, karena kecerdikannya, mereka berhasil menemukan tempat dimana anak serigala itu berada. Ternyata ia tercebur ke dalam sumur perangkap yang dibuat para pemburu.

    Untuk menolong saudaranya, monyet membuat tali yang terbuat dari kulit pohon yang ada di sekitar tempat itu. Dimasukkannya tali tersebut kedalam sumur. Sementara anak serigala yang satu menggigit ujung tali tersebut dengan giginya yang sangat kuat dari atas, anak monyet masuk ke dalam sumur. Setelah sampai dibawah, monyet merasa iba melihat keadaan anak serigala yang lemas tak berdaya. “Kasihan sekali engkau, sudah dua hari lamanya kita berpisah, dan pasti kau tidak makan apapun selama itu.” Akhirnya mereka berhasil menarik anak serigala itu dari dalam sumur. Anak serigala yang satu terharu melihat keadaan saudaranya lemas hamper tanpa daya.
    Dengan cepat monyet memanjat pohon unyuk mencari minum untuk saudaranya itu. Tidak beberapa lama setelah itu, sang anak serigala pun dengan perlahan kembali segar. Keduanya amat berterima-kasih kepada monyet karena telah menyelamatkannya. Mereka pun bersepakat untuk pulang ke sarang menemui induk serigala.


    Sesampai di sarang, mereka mendapati induk serigala sedang berjalan kesana-kemari dengan gelisah. Begitu melihat ketiga anaknya, ia pun berseru, “Anak-anakku, kemana saja kalian selama ini? Aku mencari kalian kemana-mana, bahkan aku berpikir bahwa kalian habis di mangsa singa atau di makan oleh pemburu.”


    Kedua anak serigala itu pun akhirnya menceritakan semua peristiwa yang baru saja mereka alami. Induk serigala merasa terharu dan amat berterimakasih kepada anak monyet. Ia juga tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan karena mereka semua dapat bertemu kembali. Setelah keadaan tenang, induk serigala berkata kepada anak-anaknya, “Anak-anakku, sekarang aku sudah mulai tua, tidak kuat lagi mencari mangsa terlalu jauh. Karena itu, jika kalian berburu, jangan terlalu lama. Cepat kembali ke sarang iani untuk melihatku.” Tanpa diminta anak monyet berkata, “Aku, akulah yang akan menemanimu, ibu. Bagiku mencari makan tidak harus jauh, di sekitar sini buah-buahhan dan daun-daun muda masih cukup banyak. Biarlah anak-anak ibu yang lain pergi jauh mencari mangsa, nanti aku akan memberitahukan keadaanmu pada mereka.”


    Mendengar apa yang dikatakan monyet padanya, maka tenanglah induk serigala. Ia bisa menikmati hari tuanya di temani ole monyet dan kedua anaknya. Mereka bisa saling berbagi disaat suka maupun duka. Monyet pun merasa puas dengan keadaan ini. Ia bersyukur di berikan kesempatan oleh Tuhan untuk membalas kebaikan serigala

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Burung Merak dan Burung Gagak


    Disebuah taman yang sangat luas dan indah, hiduplah sekawanan burung merak. Betapa menakjubkan, dimana-mana terlihat ekor merak jantan yang indah mengembang. Apalagi jika musim kawin tiba, para merak jantan mengembangkan ekor mereka sehingga terlihat seperti kipas  nan cantik untuk memikat betina. Burung-burung merak itu senang sekali tinggal di taman ini karena di samping banyak buah juga banyak biji-bijian yang mereka gemari. Namun, keindahan bulu mereka tidak membuat mereka sombong, mereka tetap rendah hati.

                Suatu hari, saat burung-burung merak bermain, tiba-tiba seekor burung gagak betina. Burung Gagak sangat iri melihat kecantikan Burung Merak. Setelah terbang kian kemari, akhirnya Burung Gagak ini bisa mencuri sehalai bulu ekor Burung Merak yang indah, lalu ia tancapkan ke ekornya.

                Kemudian Burung Gagak berkata, “Hai Merak, bukankah aku sekarang yang tercantik di antara kalian?” Burung Merak pun terkejut melihat Burung Gagak dengan bulunya yang menancap di ekornya. Ia pun menjawab dengan rendah hati, “Oh, iya Burung Gagak. Kamu memang yang tercantik di antara kami.”

               
    Setelah mereka berbincang beberapa saat, kemudian Burung Gagak terbang berputar-putar mengelilingi taman itu. Tanpa disadari, bulu ekor Burung Merak yang ditancapkan di ekornya terjatuh. Burung Merak yang ada dibawah pun memanggil Burung Gagak, “Hai Gagak, tahukah engkau kalau bulu merak yang engkau tancapkan di ekormu terjatuh? Burung Gagak terkejut dan sangat malu.

                Tapi justru Burung Merak iba melihat burung gagak yang buruk rupa ini ingin menjadi burung yang cantik. Kenudian Burung Merak berkata, “ Gagak temanku. Maukah kau ku beri beberapa ekor lembar bulu ekorku dan aku akan bantu memasangkannya pada ekormu?” Akhirnya Burung Gagak menyadari apa yang telah dilakukannya. “Oh Merak, betapa baiknya dirimu. Sekarang aku sadar bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Akupun harus mensyukurinya dan menerima apa adanya.

    Kedua burung itupun saling berpelukan dan burung Gagak pun berjanji akan selalu rendah hati, karena Tuhan tidak membedakan perbedaan fisik makhluknya. Amal dan perbuatanlah yang menentukan baik buruknya seorang makhluk di hadapan-Nya. Setelah itu Burung Gagak terbang Jauh-jauh entah kemana, namun dalam benaknya ia berkata, “Suatu saat nanti aku akan membawa keluarga dan teman-temanku ketaman indah yang penghuninyacantik, ramah, dan rendah hati ini.”

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Lebah dan Kupu-kupu

    Dahulu, ada sebuah pulau yang banyak sekali dikunjungi wisatawan. Sebetulnya pulau itu sangat jauh dan terpencil. Namun, apa gerangan yang membuat banyak sekali wisatawan ingin mengunjungi pulau tersebut? Ternyata pemandangan di pulau itu sangat indah, banyak bunga beraneka warna macam dan ragamnya. Selain itu, banyak sekali lebah yang pada akhirnya diternakan oleh para penghuni pulau itu. Wajarlah bila pulau itu terkenal pula dengan madunya yang beraneka rasa, sesuai dengan bunga yang dihisap oleh lebah yang bersangkutan. Dan yang lebih menakjubkan lagi, disitu terdapat ribuan kupu-kupu yang sangat beraneka ragam jenisnya. Mulai dari kupu-kupu yang sangat kwcil sampai yang sangat besar. Begitu pula dengan corak sayapnya yang begitu indah dan menakjubkan. Di pulau inilah kita akan terharu dan terpesona oleh kebesaran tuhan.

                Banyak pengunjung maupun perajin memanfaatkan keindahan kupu-kupu itu untuk di buat cindra mata. Mengingat harga cindra mata itu terbilang mahal, maka setiap hari banyak orang yang menangkap atau menjala kupu-kupu tersebut. Karena penangkapan kupu-kupu itu telah berlangsung bertahun-tahun, maka jumlahnyapun semakin berkurang.

                Ternyata, di antara keceriaan dan keindahan yang sangat mengagumkan, ada sebuah kesedihan yang mendalam. Di pagi yang cerah, disaat kebanyakan kupu-kupu dan binatang lain menghisap madu, ada seekor kupu-kupu besar dan sangat indah diam termenung, hinggap disebuah daun. Tak lama kemudian, datanglah seekor lebah menyapanya.

                “Hei, Kupu-kupu! Kenapa kamu termenung sedih disitu?” Lalu kupu-kupu menjawab, “Oh, Lebah engkau tahu keberadaan pulau ini sekarang? Banyak sekali pengunjung dan pengrajin yang sengaja menangkap teman-temanku untuk dijadikan cindra mata. Sedangkan kelompok lebah tidak ada yang berani mengganggu, apalagi menangkap. Bahkan lebah diternakkan sehingga jumlahnya justru semakin banyak. Sedangkan kelompok kupu-kupu mungkin suatu saat akan punah jika banyak orang yang menangkap kupu-kupu tanpa ada batasannya. Apalagi jika menggunakan jarring,” jelas kupu-kupu. Dengan berurai air mata, kupu-kupu tersebut mengutarakan semua itu pada lebah.

               
    Lebah merasa iba mendengar cerita kupu-kupu, maka ia pun meninggalkan Kupu-kupu kembali kesarangnya. Ia menceritakan kisah sedih ini kepada teman-temannya. Akhirnya mereka bersepakat menolong Kupu-kupu tersebut. Jika mereka melihat pengunjung atau pengrajin yang hendak menangkap kupu-kupu, maka lebah-lebah pun akan berada disekelilingnya sehingga mereka tidak jadi menangkap kupu-kupu karena takut disengat lebah.

                Benar juga, para pengunjung dan pengrajin kupu-kupu tidak berani menangkap kupu-kupu. Mereka menyadari perlunya menjaga keberadaan dan melestarikan kupu-kupu di pulau itu. Para perajin, pedagang cindra mata, dan pengunjung mematuhi peraturan tersebut, bahwa mereka hanya diperbolehkan mengambil kupu-kupu yang sudah mati untuk dijadikan cindra mata ataupun sebagai bahan penelitian. Jumlah kupu-kupu yang mati ternyata cukup banyak, karena setelah bertelur, mereeka tidak bertahan hidup lebih lama lagi.

    Setelah situasi tenang dan kehidupan berbagai binatang dan serangga di situ merasa aman, kupu-kupu pun mencari lebah yang telah menolongnya. Akhirnya bertemulah mareka. kupu-kupu sangat berterimakasih kepada lebah yang menyelamatkannya dari kepunahan. Sampai sekarang, pulau itu dikenal dengan nama”Pulau Kupu-kupu” yang selalu dipenuhi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Tikus dan Burung Hantu


    Malam hari adalah kehidupan bagi kelompok Burung Hantu, karena mereka mencari mangsa pada saat hari mulai gelap. Burung ini merupakan burung buas karena termasuk pemakan daging. Selain burug hantu, banyak binatang kecil lain yang hidup di malam hari pula, diantaranya kelompok tikus. Mereka kadang tinggal di persawahan, menghabiskan padi-padi pak tani. Kelompok tikus ini sangat takut apabila mendengar suar Burung Hantu. Mata burung hantu sangat tajam di malam hari, sehingga jika tidak hati-hati, di mana pun tikus berada, dia akan terlihat dan diterkamnya.


    Di suatu petang, ada seekor induk tikus dengan 3 ekor anaknya bergegas menuju sarangnya karena sebentar lagi aka nada sekelompok Burung Hantu yang mencari mangsa. Tanpa disadari, saat mencari tempat persembunyian, seekor anak tikus tertinggal jauh di belakang dan terlihat ole seekor burung hantu. Dicengkeramnyalah anak tikus tersebut.


    Begitu mendengar cit-cit-cit, induk tikus itu bergeges keluar dari semak-semak dan berteriak, “Hai, Burung Hantu! Apakah kamu akan kenyang memakan ankku yang masih kecil itu? Aku akan menyediakan sepiring daging untukmu jika kamu mau melepaskan anakku, pasti engkau akan lebih kenyang. “Burung Hantu tetap tidak menggubris apa yang diketakan induk tikus. Ia tetap membawa bayi tiku itu ke sarangnya, tapi ia pun tidak memangsanya. Ia ingin membuktikkan apakah yang dikatakan induk Tikus itu benar, karena baginya tidak mudah mendapatkan mangsa.


    Sementara itu, induk Tikus menangis dan kebingungan melihat tingkah burung hatu tersebut. Ia bergegas mencari teman-teman dan saudara-saudaranya untuk mendapatkan sepiring daging. Setelah tersedia, dipanggillah Burung Hantu itu oleh sekelompok tikus itu, burung hantu pun terkejut. “Betapa hebatnya tikus-tikus itu dengan cepatnya mendapatkan mangsa untukku. Kerja sama mereka sangat baik,” kata Burung Hantu dalam hati.


    Burung hantupun akhirnya menyerahkan anak tikus itu kepada induknya. Dengan lekas induk tikus lari menggendongnya dan lansung menyusui karena anak tikus itu sudah mulai lemas, bahkan hamper mati. Setelah anaknya kembali sehat, induk Tikus pun menemui Burung Hantu, kemudian katanya, “Terima kasih Burung Hantu, engkau telah baik hati pada kami. Karen itu, untuk ketrentaman dan persahabatan kita, aku dan teman-temanku akan membantu mencarikan mansa untukmu. Aku dan teman-temanku akan memberikan sinya kepadamu, sehingga kamu dapat dengan mudah mendapatkan mangsa.


    Akhirnya Burung Hantu yang selalu melorotkan matanya itu bisa tersenyum. Dalam benaknya, ia tidak ingin merusak ketrentaman kelompok binatang lain. Kedua kelompok ini akhirnya bersatu, bekerja sama untuk mendapatkan mangsa. Jika kelompok Tikus melihat ular sawah yang mengancam mereka, maka mereka memberitahukannya kepada Burung Hantu. Sang Burung Hantupun dengan senang hati menolong kelompok Tikus. Disamping itu, kelompok tikus pun sangat senang kerena mereka bisa leluasa mencari makan saat senja dan malam hari.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :

    Cerita Anak: Burung Bangau dan Ikan


    Di sebuah danau yang sangat luas, tinggallah sekelompok burung bangau yang setiap hari memangsa ikan-ikan yang ada di danau itu. Semula di danau tersebut banyak sekali ikan. Namun, setelah sekelompok burung bangau mendatangi dan menetap di sekitar danau, perlahan-lahan habislah ikan-ikan yang selalu ada di danau. Tetapi ada seekor ikan yang selalu bersembunyi dibalik bebatuan yang ada di danau tersebut, sehingga ia terhindar dari ancaman burung bangau.

                Karena danau itu mulai sepi dari ikan, sekelompok burung bangau tersebut ingin pergi mencari tempat lain. Diutuslah sekelompok kecil burung bangau untuk mencari tempat baru yang masih lumayan banyak ikannya.

                Setelah terbang cukup lama, mereka berhasil menemukan danau lain yang ternyata masih banyak ikan yang menghuni di tempat itu. Mereka pun kemudian terbang kembali untuk memberitahukan hal tersebut kepada teman-temannya yang lain. Akhirnya mereka semua bersepakat untuk meninggalkan danau tersebut. Berbondong-bondong mereka terbang melewati banyak pulau, sungai, dan hutan-hutan. Akhirnya, sampailah mereka di danau yang sangat indah dan masih banyak ikan dan binatang lain yang bisa dijadikan santapan mereka.


                Namun, tanpa mereka sadari, di danau yang lama masih tertinggal seekor burung bangau tua yang enggan meninggalkan danau tersebut. Setelah sekelompok burung bangau itu pergi, seekor ikan yang semula selalu bersembunyi mulai berani muncul dan berenang kesana kemari meskipun hatinya sedih kerena tidak ada teman seekor ikan pun. Ia masih berharap sebentar lagi dirinya akan segera bertelur dan setelah menetas kelak danau ini akan dipenuhi ikan-ikan lagi. Ikan tersebut terus asyik berenang kian kemari, tetapi tiba-tiba ia terkejut ketika melihat di pinggir danau masih ada seekor burung bangau yang tertinggal. Dari kejauhan ikan pun memberanikan diri untuk menyapanya. “Hai burung bangau! Kenapa kau masih ada di sini? Bukankah kelompokmu sudah pergi jauh meninggalkan danau ini? Apakah kamu masih ingin memangsaku? Sehingga danau ini menjadi mati dan tak berpenghuni?” Tanya ikan. Burung bangaupun menjawab dengan ramah, “Hei ikan! Jangan takut denganku, aku akan tinggal di danau ini sampai akhir hayatku karena aku sudah tua. Aku tidak akan memangsamu, aku ingin memangsa yang lain yang ada disekitar danau ini, “ujar bangau.

                Tanpa ia sadari, ikan tersebut meneteskan air matanya. Ia sangat berterima kasih pada burung bangau tua tersebut dan ikan pun berkata, “Burung bangau yang baik, sebentar lagi aku akan bertelur dan anak-anakku akan menetas. Aku ingin danau ini dipenuhi ikan lagi. Sehingga suatu saat nanti menjadi sebuah danau yang bisa dinikmati keindahannya oleh siapapun yang berkunjung kesini,”ujar ikan. Bangau yang mendengar perkataan ikan pun terharu dan mengerti akan sebuah kebaikan. Akhirnya, ikan pun menghilang, bersembunyi disela-sela batu. Ternyata ikan itu sedang bertelur. Sempat danau itu sepi bak tak berpenghuni, dan bangau tua itu pun sempat khawatir dengan keberadaan si ikan.

                Hari demi hari dilalui bangau dalam kesendirian. Sampai pada suatu saat, menetaslah semua anak ikan. Sang Bangau belum juga menyadari aada perubahan apa di dalam danau, karena ikan-ikan itu masih sangat kecil. Sebulan telah berlalu, mulailah anak-anak ikan bisa dilihat dengan mata, karena mereka sudah mulai sadar bahwa ikan yang selama ini tidak menampakkan diri ternyata sedang bertelur dan mengasuh anak-anaknya sampai mereka bisa mencari makan sendiri. Kini induk ikan merasa senang karena di dalam danau itu mulai banyak penghuninya. Dan ia teringat pula tentang keberadaan bangau tersebut. Masih adakah? Atau sudah mati?


                Ternyata, di suatu pagi yang cerah, ia masih dipertemukan dengan sang bangau tua itu, lalu induk ikan pun menyapanya. Dengan perasaan haru ia melihat keadaan sang bangau yang terlihat makin tua. Hampir setiap hari bangau itu berdiri di atas batu di tepi danau, memandang jauh kedepan seolah hidup ini sangat melelahkan.

                Akhirnya, saat berbincang dengan induk ikan, ia pun berkata, “Sahabatku ikan, aku sudah lelah manghadapi hidup ini. Jika suatu saat datang ajalku di atas batu ini, semoga pengunjung disini berminat membuat patung bangau di atas batu ini dan menguburku di tepi danau ini mengerti bahwa dahulu kala danau ini pernah dihuni oleh sekelompok burung bangau.”

                Ternyata apa yang dikatakan burung bangau pun menjadi kenyataan, 7 hari setelah bangau tua dan induk ikan berbincang, burung bangau tua itu menerima ajalnya tepat di atas batu. Badannya terbujur kaku, dan induk ikan yang setiap hari menemani burung bangau itu pun terkejut melihat jasad sang bangau tua itu tergolek diatas batu. Menangislah induk ikan tersebut, dikumpilkalah anak-anaknya dan ia pun berucap pada mereka, “Anak-anakku, kau melihat apa yang ada di atas batu? Itu adalah jasad seekor burung bangau yang sangat baik hati. Ia tidak memangsaku, tetapi ia memberi kesempatan aku dan kalian untuk bisa hidup dan berkembang biak. Karena itu pengunjung yang datang bisa menikmati keindahan danau ini.”

                Setelah hari beranjak siang, mulailah pengunjung mendatangi danau itu dan mereka masih sempat menyaksikan jasad burung bangau di atas batu dan mereka bersepakat untuk menguburkan burung bangau itu di tepi danau. Ternyata di antara pengunjung ada seorang seniman yang berniat membangun patung bangau di atas batu tersebut.

                Setelah beberapa waktu, patung itu selesailah sudah. Legalah hati induk ikan karena apa yang diinginkan sahabatnya terwujud sudah. Akhirnya, danau itu banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan dikenal dengan julukan “Danau yang Berikan Jinak”. Karena ikan yang ada di danau itu akrab dengan para pengunjung dan pengunjung pun tidak ada yang bermaksud menangkap atau memancingnya. Mereka membiarkan ikan-ikan itu hidup bebas dan berkembang biak.

    Kumpulan Cerita : Cerita Anak | Cerita Dongeng | Cerita Rakyat
    Share dulu ya :